Kamis, 05 Maret 2015

aku mah apa atuhh... kulo niki namung sinten... saya bukanlah siapa-siapa

"Ada hukum kepantasan bagi segala sesuatu, maka ia yang memperbaiki diri akan menjadi pantas bagi kehidupan yang lebih baik." By: Mario Teguh


Saya tidak tahu persis apakah saya pantas, kurang pantas, tidak pantas atau bahkan sangat pantas untuk bergabung dalam internship program di Indonesia mengajar. Yang saya tahu persis, saya memiliki minat yang besar untuk mengisi hari-hari di jam kerja saya dengan hal yang lebih manfaat, yang bisa memberikan pengalaman baru, yang mampu memberikan saya relasi baru serta ilmu baru.
Pengalaman yang saya miliki yang mungkin oleh sebagian orang merupakan pengalaman yang patut diapresiasi untuk anak muda 20 tahun seperti saya ini, namun tidak sedikit juga yang mengatakan pengalaman yang hampir 3 tahun yang saya jalani ini hanya pengalaman yang tidak seberapa.
Yang pasti bagi saya, saya sangat besrsyukur dengan step-step kehidupan yang telah saya alami sampai saat ini. Tidak mudah mungkin bagi saya untuk melewati berbagai pengalaman tersebut sembari saya menyelesaikan S1 yang full dibiayai oleh pemerintah Indonesia, namun Alhamdulillah dengan kerja keras dan kerja cerdas, saya mampu melewati kuliah sembari berorganisasi dan bekerja dengan bukti mampu lulus kuliah S1 dalam waktu tempuh 3,4 tahun dengan IPK 3,81.
Berorganisasi, bekerja disaat kuliah mengajarkan saya banyak pengalaman, menjadikan saya anak muda yang menyukai tantangan serta menjadikan saya tahu seberapa besar kuat diri saya dalam menghadapi beberapa tanggung jawab dalam waktu bersamaan, karena saya yakin “sesorang tidak akan pernah tahu seberapa kuat dirinya, sampai menjadi kuat adalah satu-satunya pilihan dalam hidupnya”.
Mungkin, banyak orang meragukan, untuk saya diterima dalam dunia internship bahkan dunia kerja. Karena memang posisi saya saat ini yang masih menjadi mahasiswa magister tingkat 2, yang mungkin bagi beberapa orang akan ragu untuk menerima karyawan seorang mahasiswa s2, apalagi mahasiswa s2 yang notaben lulusan fresh graduate yang hanya memiliki pengalaman kerja dalam bidang pendidikan.
Harapan saya, tim Indonesia mengajar bisa melihat sisi positif dari keadaan saya. Saya yang terbiasa bekerja keras, dan terbiasa multitasking memiliki besar harapan untuk memiliki pengalaman di Indonesia mengajar. Karena sudah sempat saya bilang, saya sangat mengagumi Indonesia Mengajar dan berbekal beberapa pengalaman saya dalam bidang pendidikan, organisasi, volunteer dan lainya, serta kesadaran saya akan kekurangan diri sendiri dan niat untuk berusaha memperbaikinya, saya optimis pantas menjadi bagian dalam internship program Indonesia Mengajar.
END



Bertemu orang baru, berkecimpung dalam dunia pendidikan, memiliki tanggung jawab baru merupakan salah satu hal yang sangat saya suka. Indonesia mengajar yang merupakan salah satu wadah yang memiliki kredibilitas yang tinggi dalam dunia pendidikan menjadikan saya memiliki minat yang besar untuk bergabung di sini. Pengalaman yang hampir 3 tahun dalam dunia pendidikan, leadership dan relawan, memberikan optimisme saya untuk mampu bergabung dalam  internship program Indonesia Mengajar. Selain itu, kemampuan komunikasi dan bekerja dalam tim sudah menjadi bagian dari beberapa pengalaman yang saya punya.
 Jika ditanya kenapa sangat tertarik untuk menjadi bagian dari Indonesia mengajar, karena dari tahun 2013 (awal saya mengenal Indonesia mengajar) sampai detik ini saya sangat mengagumi program tersebut, dan beberapa kali memiliki minat untuk bergabung dalam pengajar muda, namun karena beberapa kendala  sampai saat ini belum tercapai minat gabung tersebut. Dan februari, 2015 ini ketika searching di google saya melihat ada kesempatan untuk bergabung dalam Indonesia mengajar, dan beruntungnya progam tersebut adalah program internship yang saya kira akan cocok dengan saya yang masih kuliah (kuliah kelas non regular/kelas karyawan), terlebih saat ini kuliah saya berada di Jakarta yang kemungkinan akan memudahkan akses untuk bergabung dalam internship program Indonesia Mengajar.
Pengalaman mengkoordinir beberapa tim, mempromosikan sebuah acara bahkan mempromosikan sebuah instansi sudah pernah saya geluti. Namun, saya menyadari bahwa sampai saat ini saya masih ingin dan butuh untuk memperkaya skill dan pengalaman saya dalam beberapa bidang tersebut. Anak-anak muda dan beberapa staff yang ada di Indonesia mengajar saya yakin merupakan orang-orang pilihan yang mampu menginspirasi, maka dari itu besar harapan saya untuk bergabung menjadi bagian dari mereka.
Bergelut dengan beberapa media social merupakan hobi, kebutuhan dan minat saya. Karena bagi saya asalkan kita tahu dan sadar menggunakan media social, akan ada banyak keuntungan positif yang kita dapatkan, terlebih masalah networking yang bisa mendunia. Pengalaman ampu bergelut dalam berbagai profesi, volunterr maupun hal lainnya, merupakan salah satu efek positif yang saya dapatkan dari media social, karena beberapa info tentang hal tersebut daya dapatkan dari media social, dan saat bersamaan ketika menjalani hal tersebut pun saya banyak smanfaatkan penggunaan media social. Misalnya, ketika saya menjadi ketua kegiatan full day school di sebuah yayasan sekolah, untuk mengkoordinir beberapa anggota maupun pengajar dalam program tersebut saya sering menggunakan media facebook, twitter dan beberapa media social lainya. Bahkan dalam menyampaikan beberapa informasi hasil rapat, evaluasi, program terbaru maupun sekedar diskusi banyak saya lakukan melalui salah satu fitur facebook  (Facebook group).
Dari beberapa hal yang saya sampaikan, besar harapan dan minat saya untuk menjadi bagian orang yang mau turun tangan untuk mampu berkontribusi dalam internship program Indonesia mengajar Divisi Public Engagement karena saya yakin “Memikirkan pendidikan adalah menyiapkan masa depan, by : Anies Baswedan”

Ingin Kembali Berkontribusi di dunia Pendidikan

malem ini, lagi mentok mentok nya ngerjain tugas filsafat hukum ngebuat analisis NATURAL LAW sekalian juga deadline untuk tugas besok jumat pak hadi ngebahas INTERNATONAL GOVERNMENTAL ORGANIZATIONS.

dduuuhh guyss.....
nikmat bangettt kog, kalo ingettt ntar hasil dari kerja keras ngerjain sebuah tanggungjawab.

udaah aahhh, kan ini tulisan udah akyu kasih judul ingin kembali ke dunia pendidikan

so, ceritanya tadi pagi akuuu ketrima ikutan seleksi tahanp 2 untuk magang di indonesia mengajar. berangkat jam 6 dari kos menuju halte busway salemba UI, sebelum berangkat sih untungnya udah sarapan dulu, desak supeerr mengenaskan selama di busway pokoknyaaa. asyiknya siihh selama perjalanan ituu nggak macet. rejeki kaleee yaaa.... perkiraaan kuuu sih bisa nyampe kantor Indonesia mengajar jam 8 nan, karena undangan seleksi nya jam setengah 9.

tapiii.... 
kejadian sebagai pengalaman ituu terjadi.

udah browsing sih alamat kantor indonesia mengajar. udaaahhh sok tau juga aku nya. pokoknya dari naik busway turunya di bundaran senayan, udah gituuuu jalan cuman 50 meter, udaaah terbayang kan gampang bangettt aksesnya. udah positif bangettt abis naik busway langsung jalan aja, kan cuman 50 meter yang bagi aku mah deketttt ngettttzzz, yang terasa jauhh itu bagi ku ngejar kamu, iya kamu yang bakalan jadi jodohhkuu..... eeeeehhh, malaaah ndagell


okey, sesampainya di halte bundaran senayan. karena aku nya nggak bawa HP canggih, alias kagak ada GPS. dan waktu itu agak ragu dan bingung dari sisi mana aku mulai jalan 50 meter menuju kantor IM ituu. yaoudah deeh, langsung aja nanya sama pak petugas di busway.....alhasil, sok taug bangettt bapaknya :( aku salah jalan, tanya lagi pak satpam ngasih jalanya juga salah lagi :(.. ngggak taug deh, aku nya yang salah nanya ato emang mau itu satpam, petugas busway ataupun yang lainya jarang-jarang bener-bener faham jalanan jakarta, emang sih kebanyakan dari mereka pun perantauan.

udaah deh, karena mentook capek bolak balik nggak tentu tujuan, ada abang ojek aku stop dan aku nya minta anterin ke alamat yang aku tuju. eeehhhhhhh..... mas ojek nya nggak faham jalan jugaaa, nasiiibbb ohhh nasiibbb begitu membahagiakan. iya aku nya siiih bahagia aja berputer-puter ria dijalanan jakarta.

udaaahh, setelah diputer-puterin sama mas ojek, akhirnya nemu juga kantor Indonesia Mengajar. barengan sama temen yang ikutan seleksi magang IM, namanya yeti. kita nyampe nya agak telat ternyata jam 8:40 an laaahhh.

agak ngos-ngosan masuk kantor nyaaaa, sempet agak sedikit sock siihh kantor IM itu semacem rumah gituuu... tapi menurutku itu unique bangettt, mungkin kalo kerja jadi serasa maen maen aja dirumah :D

udahaaan nyampe ruang pembukaan seleksi, ada kira-kira 20 orang lah yang ikutan keseleksi ditahap 2 ini. lanjuttt kita dibagi menjadi 3 kelompok untuk sesi pengenalan. 

tiba saat nya aku dapet bagian untuk mengenalkan diri...
duuuhhh, nggak taug deh, kayaknya emang aku masih agak punya jiwa humor. meskipun selama mau setahun hidup dijakarta udah kagak pernah di asa kehumoran kuu. di jakarta, aku nggak punya partner untuk MELUCUUU..... kaciiaaanyaaa akyu :( hehehe

lanjuuutttt yaaa....
alhamdulillah sesi pengenalanya udah selese. 
excited bangetttt, mereka mereka yang udah nyampe tahap 2 ituuu menurutku hebat-hebat. mostly anak UI, beberapa udah lulus lagi cari kerjaaa.. nah bisa tau orang baru ini yang aku suka. udah nggak mikirin hasilnya sihhh aku, ketrima magang ato tidak. udah lumayan terpuaskan dengan muter2 mencari kantor IM, masuk kantor IM, ketemu pengurus IM juga ketemu temen2 baru sesama pelamar magang.


udah abis itu,
sesi wawancara..
duuuhhh, lupa nama mas nya yang tadi nge interview akyu.
baiiikk sihhh, ramah nya juga kebangeettaaannnnn
mostly aku nya cerita kembali pengalaman di fullday school wahid hasyim
yeah... wahid hasyim give me so much adorable experience
macem-macem lahhh pertanyaaanyaaa
menurutkuuu, ini seleksi berbobot bangetttttt, ngeett

langsung, setelahnya seleksi skill khusus dan skill umum
udaaaahhh laahh ya, sesi ini pasraahhh bangetttt.
nggak punya persiapan, ternyata programming2 gittuuu

tapi, mostly selama tahapan dari mulai seleksi berkas sampai tahap 2 ini, akuuu nya mromosiiin dirii bangett. sebenernya sih, pengen gabung karena pengen nambah pengalaman.

aku mah apa atuhh :(

with love,
chusnul

Kamis, 19 Februari 2015

LIFE CONSTRUCTION

ignore my grammatical, i'm just tray to practice my writing skill

yeaayy...
i'm turn to my 2nd term in my master degree and next mounth at march i'm legally 21 years old. ohh my good....  there are so  many thing that i've been done, my new exsperience. exactly, all about life exsperiences.

meet new person, getting bored, be happy and sometimes feel glummy.

In live, there are so many reason to be not happy or ...... tuuutttt

males melanda :(
bingung melanda :(

Sabtu, 17 Januari 2015

Kampung inggris pare, REFLECTION

seminggu di pare membawakan banyak cerita

beginilah yang saya suka ketika bertravelling "tolong artikan travelling bukan sekedar melihat keindahan alam yang baru, tapi bertemu orang baru, ilmu baru dan pastinya tempat baru"

sebenernya, pengalamann disini bukan lah pengalaman yang selama ini selalu terbayang-bayang, dimana pengalaman yang menambah pengetahuan baru, pokoknya hal-hal yang dimana aku pada posisi sebagai pihak yang diuntungkan. biasanya dalam hal ini, aku ketemu orang-orang yang memang bagiku lebih hebat dari apa adanya diriku, dan hal ini sebaliknya yang aku hadapi sekarang, sampai saat ini mostly yang aku temui mereka yang malah memandangku bahwa aku memang lebih "wow" dari mereka, memang aku pun merasakanya. selama ini saat aku bertemu sapa dengan orang baru disini, selalu saja aku menimbangnya aku yang menjadi pihak yang lebih banyak memberi baik itu berkenaan pengalaman, ilmu atau lainya.

nah, diawal-awal sering ngerasa rasanya aku hanya memberi dan aku sama sekali tidak merasakan apa yang aku dapat saat bersharing dengan beberapa orang-orang disini (maaph, khilaf) :(

biasanya yang aku temui, beberapa teman yang berangkat ke kampung inggris pare, karena belum diterima di sebuah universitas karena beberapa alasan, ada juga yang beberapa yang mengisi liburan semester selayak nya aku dan tidak jarang yang ke pare mereka yang baru freshgraduate dan sepertinya ini yang mendominasi di periode les ku di kampung inggris pare.

kebayangkan, aku nya yang suka mencari relasi, beberapa orang yang kutemui akhirnya aku yang banyak sharing cerita, mulai dari gimana bisa umur 20 tahun udah s2 sampai bagaimana proses sampai lolos lpdp, dan tak jarang juga aku yang banyak ngasih tau berbagai pengalaman dan bagaimana cerita proses hidupku, dan tak jarang saat aku mengobrol dengan mereka, terlihat kode kalau saya dipandang "wow" beberapa berkomentar "iihh, kereeennn kamu yaaa" "aku pokoknya minta bantuanmu ya, aku pengen kayak kamu"

klimaks konflik...
disinilah yang menjadikan ku terkadang males dan beberapa kali introvert gegara bakalan aku nya sebel, gegara di "wow" kan. naahhhh, alhamdulillah nya aku ternyata menjadi orang yang dipandang hebat, keren atau beberapa gambaran yang seperti itu bukan lah hal yang selamanya mengenakkkan.

belajar bersyukur bangeet jugaaa....
ternyata apa yang aku lakukan sampai saat ini banyak yang mengapresiasi dan nggak jarang menjadi inspirasi beberapa orang untuk bisa sampai pada posisi ku saat ini.

kepikir "mungin saat ini, aku menjadi pihak yang lebih dibutuhkan, dan mungkin akan ada saat dimana aku menjadi pihak yang membutuhkan"
serontak, keingettt mungkin disini semacem uji coba apakah aku nya ini termasuk hambanya yang mudah mengulurkan tangan tampah pamrih, ikhlas dan terus menabur kebaikan.  karena mungkin  bukan orang yang aku bantu yang akan suatu saat membantuku, tetapi seseorang yang akan ada untuk membantuku disaat aku membutuhkan bantuan itu. 

 mencintai hidupku dijakarta...
hihih, iya ternyata segala jalan hidup itu memang bagaimana kita menikmati dan mensyukuri. dijakarata aku bener-bener banyak mendapatkan ilmu baru terutama pandangan karir dan beberapa pengalaman berharga lainya. 

rasanya, untuk liburan semester depan tidak saatnya lagi berangkat ke pare. tetapi kudu berhasil untuk target exchange. bismillah, semoga beberap exchange yang udah mulai aku apply bisa lolos untuk mengisi liburan semesteranku di sekitar juni-agustus. amiiinnnn




*by, waktu maghrib, kos rasta, kampung inggris pare, kediri, west java.


Kamis, 08 Januari 2015

SECOND "master degree itu..... campur aduk"

gegara masih aja belum ngantuk, lanjut ya isi isi ini blog yang lama tertelantarkan :)

sebenernya, ya hampir sama sih ya dengan kuliah jaman sarjana dulu. tapi tetep aja ada lumayan banyak bedanya, iyaa dong sebutanya aja udah beda "sarjana" dan "master".

model perkulihan..
kalo model perkuliahan sebenernya tidak jauh beda dengan kuliah S1, cuman agak lebih banyak diskusi, dan kesanya kayak bebas bangett untuk kita berekspresi menyampaikan komentar kritikan bahkan analisis relevansinya terhadap suatu kasus yang lagi in ato kasus-kasus besar terkait materi. ya maklum, terkadang kalo masalah pengalaman praktek implementasi ilmu hukumnya kadang mahasiswa nya lebih tau, mungkin karena disini banyak mahasiswa mater yang udah berkerja bertahun-tahun bahkan ada yang udajh jadi head di sebuah perusahaan advokat. so, perkuliahanya hanya ada perbedaan yang tidak begitu banyak.

beban tugas...
ampun bangett kalo ngomongin yang bagin ini, sampe sekarang, dimana aku lagi masa tenang abis UAS aja masih kebayang-bayang mbeleneknya (baca: overload feeling) ngerjain tugas yang dikasih. mostly, tugasnya sistemnya individual dan itu tiap minggu mesti ada aja dosen yang ngasih tugas paling enggak minim 2 matakuliah yang ada tugasnya tiap minggunya, dan tugasnya ya gitu nulis essay, analisis ato bahkan ngebuat paper. hmm.. kenyataanya yang aku rasaain diwal-awal kuliah, ngerjain satu tugas essay aja kadang waktu seminggu yang dikasih nggak cukup, ini minimal 2 tugas tiap minggu nya guyss.... bayangin ajaaa. nah, ternyata emang bener, banyak yang bilang yang menjadi beban saat ambil master itu beban tugas nya.. but, i think it make me feel more stroger person than before. kayak ngerasain aura-aura nya kuliah yang bener-bener kuliah, yang dulu nya sering aku bayangin saat bisa kuliah di harvard university (gegara, nntonin love story in harvard korean movie). hmmm... yeah, must go on :)

ujian anak master...
nah, di jenjang master ini bener-bener ngerasain bangett ternyata sitting exam itu lebih enakan dibanding take home exam. dulunya, pas sarjana mah, lebih bahagia kalo take home exam, ya mungkin itulah mental-mental anak indonesia (baca:saya) takut ambil resiko, dulu ngerasanya kalo take home nggak ada resiko nggak bisa njawab soal sitting exam.
nah, di jenjang master ini beda bangett, take home exam nya nggak seperti yang ada bayangin waktu dulu nyebutin pas sarjana. ini take home nya 3 hari tanpa tidup buat ngerjainn aja nggak njamin beresss, beneran aku ngalamin ini disemester ini 3-4 hari tidurnya aku nggak teratur banget kadang 3 jam di siang hari, malemnya begadang. aissshh, emang sih yang pertama itu banyak mendatangkan kekhawatiran, agak takut ipk nggak memenuhi standar, jadi kerja kerasnya overload. sampe-sampe masuk angin gegara kebanyakan minum kopi dan kurang tidur, akibatnya pengen mual kopi dan badan meriang gitu.. hahaha, ya begitulah model ujian semeteranya anak master.

but, at least akyu nya masiih semangatt bangettt
ini tetep ngesusun planing dan action buat lanjut jenjang selanjutnya, harus harus overseas
god bless me :)


always with love,
chusnul

FIRST "masa transisi setelah bachelor degree"

my challenge until my journey "pare, kediri, west java" for my english course

kembali menulis kali ini, gegara emang lagi ada waktu luang (liburan semester gasal) sembari menunggu keberangkatan saya untuk take course, pokoknya nggak bakalan berenti berusaha increase my english until my europe calling come true :) be brave, make life so incredible

pertama aku kasih judul masa transisi setelah nempuh sarjana, karena di masa itu bener-bener pelajaran banget, pelajaran hidup exactly.

memang, sedari awal (lebih tepatnya sekitar semester 5) udah kepikiran untuk lanjut ke master degree. ya mungkin, karena ngerasa di program sarjanku akunya ngerasa kurang terforsir tenaga dan fikiran untuk belajar, jadi mantep pengen lanjut kuliah.

dan alhamdulillahnya, bapakku mendukung banget. pokoknya malah bilangnya, minimal aku harus bergelar master. nggak tau deh, bagiku bapakkku adalah kamus kehidupanku, apaapun masalah yang aku ceritakan selalu menemukan solusi yang manteeppp tanpa aku raguin solusi darinya. aku ceritaaa apapun selalu dimengerti,memberi respon dan kadang sedikit memberikan komentar.

iya, memang saya adalah tipikal anak rumahan banget, pokoknya nggak ada jarak kalo sama orang tua. tiap hal kecil apapun, nggak pernah terlewatkan untuk aku ceritain ke mereka. mungkin, hal ini agak sedikit beda dengan beberapa temanku yang merasa, enggan untuk cerita apapun keorangtua (read: kisah susah,senang,sedih, nggak penting) karena ngerasa orang tua udah capek-capek nyari uang untuk biaya sekolah, kasihan kalo dikasih beban lagi akan masalah kita.

dan itu berbeda bangett apa yang aku pikirkan dan menjadi prinsipku, bagiku menceritakan up down dalam hidup bukan akan menjadikan beban orang tua (mskipun aku blum ngalamin mnjadi orangtua, tapi aku malah berharap bnget suatu saat mnjadi orangtua yg slllu mendngar n mengerti keluh kesah senang anak2ku kelak nantinya). karena bagiku, dari putaran roda kehidupan itu orangtua akan slllu mendoakan kita, mengingatkan ketika bahagia untuk bersyukur dan ketika ditimpa masalah untuk selallu sabar dan tetap bersyukur. dan yang terpenting lagi, karena orangtua tau bagaimana proses kehidupanku sampai saat ini, apapun pencapaian yang aku dapat tidak lain adalah karena "buah hasil doa orangtua"

kembali ke topik.....
masa transisi setelah bergelar sarjana, menjadi momok banget bagi semua fresh graduate. saya sadar diri, lulus sarjana untuk jurusanku bakalan agak susah nyari kerjaan pada umumnya. dan karena itu, orangtua dan saya nya sendiri sepakat untuk directly ngambil master.

lulus sarjana kira-kira dibulan januari. yyups, 22 januari 2014. inget saya moment itu. aku nya sih, agak deg degan pas mau munaqosahnya, ya, alhamdulillah dinyatakan lulus dgn nilai memuaskan. naaahh.... keingett bangett, waktu menuju munaqasah itu aku dilanda males-malesan buat belajar materi skripsi. tapi, saya bukanlah tipikal orang yang tanpa persiapan. nggak belajarnya, karena udah jauh-jauh hari dicicil persiapan slide dan lain sebagainya.

mungkin ini beberapa alasan agak males mendekati waktu munaqasahnya. btw, waktu awal tahun banget januari 2014 an lah sebenernya saya nya ada diposisi galau berat (wkwkwk), iya berawal dari sifat posesif ku kepada si do'i, pokoknya dibulan desember udah kayak nggak ngenakin hubunganya, ya gituu deh, males njelasinya, apalagi untuk nginget2 disaaat sekarang, i'm feel better today without love story :). oh ya, alasan males yang kedua, waktu itu aku stalk facebook eh, nemu facebooknya "astriani karnaningrum" yang lagi dapat reward mobil CRV gratis dari bisnisan oriflame, bikin aku iseng-iseng invite pin. ehh, langsung di accept dan disapa, finallly langsung dengan rama diajak ketemuan di oriflame cab jogja. naah, karena aku langsung jatuh cinta bangett dengan cara bunda (sebutan untuk bunda astriani) langsung deh, tanpa berfikir panjang ikutan gabung, padahal bener-bener NOL BESAR bisnis oriflame yang ternyata itu bisnis MLM. hihihi, tapi itu bikin aku bersyukur buwangettt, bener-bener ngerasain energi positifnya bangettt, apalagi pas bangett momentumnya waktu itu abis galau putus hubungan sama do'i. alhamdulillah, oriflame nya ngggak lanjut lagi, tapi ilmunya manfaat bangettt...  smoga saja, ada saat aku bisa brgabung oriflame, dan sukses gaji ratusan juta tiap bulan kayak bunda astri :)

back to topic...
masa transisi (after 22 januari 2014) aku emang langsung ada rencana pulkam (pulang kampung) untuk sedikit merefresh, dan memang saya dulunya jarang bangett pulang lama-lama karena kesibukan kuliah ataupun di pesantren dan mengajar di international school budi mulai dua.

naahh, ternyata kejadian besar terjadi padaku. saya lupa tanggal berapa tepatnya mungkin seminggu setelah ujian munaqasah (setelah sedikit revisi skripsi) proses kepulanganku menuju kampung halaman ada kejadian besar menimpaku (reallly, like an storm heaven), yaitu waktu itu sedang musim penghujan dan didaerah sekitaran kudus, pati terjadi banjir besar-besaran, namun aku bersi keras ikut ema (temen se kos) untuk pulkam naik motor karena memang waktu itu aku udah berencana untuk tidak berada di jogja dalam waktu yang lama, maka alangkah lebih mudahnya kalo motor saya tinggal dirumah. pejalanan jogja-rembang kira-kira 7-8 jam via motor. ketika sampe purwodadi, aku mengajak emma memutuskan melanjtkan melanjutkan perjalanan lewat blora-rembang mengingat pati sedang banjir besar, ternyata, di purwodadi pun jalanan semacam tidak layak untuk dilewati. sebenernya ini kali kedua saya melakukan perjalanan via motor jogja-rembang. dan di jalan blora peristiwa besar itu terjadi, karena mungkin faktor kecapekan dan lamunan yang tidak aku sertai dengan dzikrullah menjadikanku terjatuh keras di jalanan turun yang licin, aku ingat bener-bener waktu itu pikiranku bener-bener blank (dan kayaknya emang tempatnya hutan-hutan angker gitu) agak jauh dari pemukiman. aku terpeleset dan terjatuh bersama motor mio ku "gubraakkk" ingett banget, waktu itu kedua tanganku lepas dari pegangannya (nah disinilah mungkin penyebabnya, aku nggak konsen dan mungkin udah capek) langsung aku terjatuh dan lebih jauh dari motorku waktu itu serentak langsung aku ucap astaghfirlllah (ingett bangettt rasanya), dan karena mulutku terbuka ketika jatuh kebawah (baca: ndlungup) ada bagian gigiku patah, dan mulutku bener-bener penuh akan darah, dan tidak lupa seluruh badanku bayak luka memar, licet dan berdarah.

dan inilah aku, se down apapun aku, aku memutuskan untuk berdiri sendiri. waktu itu, ema yang mengemudi bareng aku sudah berada jauh didepanku, jadinya tidak tau persis kejadianku. namun, mungkin karena ema tdak melihatku dia kembali kebelakang, dan menemuiku yang sudah duduk menangis (nangisnya dikit, cuman suara gituu seingetku) itupun karena ada potongan kecil gigiku). aku ingett, dibantu beberes seorang kondektur sebuah bis yang tepat ada dibelakangku dan ema karena memang semua barang-barang bawaaan ku yang aku gantungin di motor semuanya terjatuh karena jatuh. "alhamdulillah bangett, itu bis yang ada tepat dibelakangku mampu menyetop lajunya, nggak kebayang kalo bis itu tetap berjalan pasti nggak tau nasibku selanjutnya" well, takdir selalu tau apa yang terbaik.

setelahnya, aku bukan malah kerumah sakit atau puskesmas terdekat. karena, memang aku merasa masih kuat, seketika langsung aku mengendarai motorku kembali, dan berhenti sejenak saat melihat mushollah untuk membersihkan wajah dan badan yang gelepotan tanah becek. dan anehnya, aku pun masih saja kekeuh bangettt untuk ngelanjutin perjalanan nyampe rumah  (sekitar 3 jam perjalanan lagi), padahal itu kecelakaan parah menurutku, sebelumnya aku nggak pernah ngerasain kecelakaan yang begitu hebatnya. nyampe rumah, baru nyampe pintu depan, aku udah langsung memanggil bapak ibuku, dan serontak mereka dan adikku langsung keluar (waktu itu mereka lagi nonton tv diruang tengah disore hari). melihat muka ku yang lebam, dan mrempol (baca: benjol) mereka lansung menjerit. ingeetttt bangett, serentak bapakkku langsung memelukku, dan baru kali ini aku melihat beliau menangis, adikku pun ikut menangis kencang begitu pula ibuku (this moment really remembered me that family is someone who really not just caring but my suolmate life partner).

bapakku waktu itu, sambil menangis berucap "ya allah nduk, kepiye iki awakmu, tibo neng ndi, piye, ya allah" pokoknya beberapa pertanyaan yang keluar dari kekhawatiran yang besar. waktu itu, ema menemaniku sampe rumah, jadi orangtua tanya kejadianya ke dia, tapi dia pun nggak bisa jawab karena memang nggak tau kejadian persisnya, dan apalah aku, aku pun udah nggak kauasa untuk berucap. aku pun ikut sontak meneteskan airmata melihat keluarga ku menangis khawatir. beberapa jam kemudian waktu adzan maghrib, nah disini aku menemukan hikmah dibalik kejadian ini, iyaapp, ngerasa semakin tahu kalo aku itu kuat, persistant, seberapa lemah keadaan aku memutuskan ambil air wudhu dan sholat sambil duduk (masih mampu untuk sholat dg duduk). nahhhh, jadi keinget, mungkin bisa jadi, kenapa nyampe kecelakaan itu terjadi, mungkin saja karena waktu dzuhur aku tidaklah langsung mencari masjid terdekat untuk sholat tapi aku malah memutuskan untuk melanjutkan perjalanan.

setelah isya', datanglah keluarga dari mama njenguk posisi keadaanku "inget waktu kepulanganku itu aku beli kaos joger 5 stel yang memang ku rencanaain untuk kubagikan ke sepupu sepupu ku itu". disitu aku udah nggak mampu untuk bicara, cuman tiduran, dan akhirnya aku dianterin bapak perikasa, akupun lebih memilih untuk periksa di dokter seberang desa. setelah dicek, dikasih obat, dibersihin lukanya yang sebenarnya  sakit bangett pas dibersihin, langsung setelah itu aku pulang dan istirahat kembali.

sebenernya memang parah lukaku, bayangkan saja jatuh dari motor yang sedang melaju. setidak para-parahnya pasti ada luka serius. pagi hari saat terbangun, baru aku meraskan kerammmm yang begitu hebat disekujur tubuh, malem nya sih dipijet-pijet sama ibuku. dan bener-bener pagi itu yang kuingatt sampe sekarang adalah pagi terberatt, aku merasa bener-bener tidak bisa merasakan gerak tubuh, bener-bener kaku sekujur tubuh. dan pas pagi itu, bertepatan eyangku meninggal, jadi mau tidak mau aku ditinggal sendirian dirumah, ingett bangettt waku itu kepikiran apa aku ini masih bisa hidup ato ndak, karena bener-bener kaku bangett tubuhku, dan hari berlalu hingga lambat laun sakit itu sudah mulai sembuh

back to topic...
aku memang tipikel orang yang mesti sudah punya plan dijauh-jauh hari, aku sudah merencanakan ke pare untuk ambil course sambil menyiapkan apply master. sebenernya, niatan awalnya pengen langsung go overseas (aku pun udah ambil les bahasa jerman) tapi kayaknya emang time nya msih belum pas. akhirnya, aku memutuskan untuk mendaftar UI, nggak tau kenapa udah mantep untuk master di ui (sebenernya master nya ini pun, karena terselip niatan melalui master di ui nanti akan mudah untuk akses ke luar negri), beberapa teman komplain kenapa nggak ambil UGM aja, sebenernya satu karena aku ingin keluar nyamanya jogja, terus ingin ngerasain suasana baru, tempat baru dan hukum internasional bagiku lebih bagus di UI.

course yang kuambil di pare itu toeefl prep, aku ambilnya di elfast dan nge camp di azizah princess camp. pokoknya semua proses, aku butuh memuterbalik otak dan tenaga di masa transisi ini. nah sehabisnya dari course tepat 1 bulan (ssebenernya 1 minggu sblum 1 bulan aku ke jogja untuk wisuda dan kembali ke pare nya bener2 perjuangan di tengah hujan bersama pak ojek), aku berangkat dari pare menuju jakarta untuk mengikuti SIMAK UI. aku menginap di tempat mbak aisyah, thanks for everyhing mbak, meskipun kejadian pas tepat tesnya di hari minggu, aku nyampe telat, gegara kita berdua sama-sama bingung karena beberapa jalan ditutup dan nggak mbudeng semua jalanan di ui depok yang seluas alai). alhamdulillah, karena yakin, aku langsung nyari kos dideket ui sembari menunggu pengumuman, pede bangett rasanya belum ketrima udah main nge kos aja, abisnya udah penasaran akan kehidupan dijakarta.

alhamdulillah, akhirnya pengumuman tiba dan aku ketrima "alhamdulillah, seneng banget" langsung bapakkku memintaku untuk pulang, karena begitu senangnya akan pengumuman ketrimanya itu, dan tagihan daftar ulang 22 jutaa pun udah menanti untuk masuk magister hukum UI.

nah, abis ketrima magister hukum UI, berakhirlah masa transisi ku yang penuh akan drama kehidupan yang mendewasakan.

see you on the top :)
ternyata banyak pelajaran berharga saat akan mengwali dan memulai sesuatu
be brave dan selalu take plan
action everything if you believe it
@kos_salemba_jakartapusat

with love,
chusnul

Jangan mengatasnamakan Agama, pikirkanlah!!!!





7 januari 2015
Masyarakat muslim dikecewakan dengan tindakan kontroversial 3 muslim yang atas nama agama melakukan aksi teror di charlie hebdo magazine paris. bagaimana saya tidak menginterpretasikan dengan kata "kecewa", karena bagi saya hanya orang kolot yang merasa girang gembira akan peristiwa ini. betapa tidak memikirkan kembali makna islam, makna suatu kehormatan dan makna kecintaan akan Muhammad. kata kecewa sangat pas untuk mengcover bagiamana imbas dari kelakuan muslim yang melakukan teror itu, tidak memikirkan kembali bagaimana Al-quran mengajarkan akan kedamian, bagaimana kelembutan ajaran muhammad dalam setiap hadits dan sunnahnya, ingin sekali menyuarakan hal itu kepada mereka muslim yang berkelakuan keras tanpa mengingat kembali ajaran agama islam yang rahmatallilalamin

penghinaan Muhammad SAW
aksi teror tersebut, banyak menyebutkan adalah wujud kekesalan akan penghinaan Muhammmad yang dimuat Charlie Hebdo. intepretasi saya, tidak ada umat muslim yang tidak kesal akan hal tersebut, namun akankah keekesalan itu berujung akan tindakan teror pembunuhan. Muhammad, hamba Allah yang mengajarkan untuk tidak membalas suatu penghinaan dengan cacimaki, kerusuhan apalagi menghilangkan nyawa. 

Kontekstualitas
sahabat umar bin khatab, bagian dari muslim role model. muslim yang tidak segan melakukan tindakan keras untuk mengganjar perbuatan salah. namun, yang perlu kita ingat untuk terus kita terapkan akan pikiran "kontekstualitas" yang menjadi dasar dari segala kebijakanya. karena apa, karena islam itu bukan agama yang kolot, Islam tahu akan kepentingan penganutnya, menjangkau dan mengcover dengan prinsip-prinsip aturanya. pastinya, prinsip perdamaian menjadi salah satu prinsip akan ajaranya. perdamaian dalam artian yang kontekstual pastinya, bukan perdamaian yang diartikan hanya membiarkan tanpa memberi suatu pelajaran akan sutu perbuatan. 

Wallahua'lam